table of contents
Selamat Liburan untuk Murid IAIS 🌿
Liburan Bukan Berhenti Belajar, Tapi Berubah Cara Bertumbuh
Liburan sering dipahami sebagai waktu “bebas dari belajar”.
Padahal dalam perspektif pendidikan Islam dan ilmu perkembangan anak, liburan adalah fase penting untuk pemulihan, penguatan karakter, dan tarbiyah berbasis keluarga.
Di Ihsanul Adab Integrated School (IAIS), kami memandang liburan bukan sebagai kekosongan pendidikan, tetapi sebagai perpanjangan ruang belajar yang lebih alami, lembut, dan sesuai fitrah anak.
Liburan dalam Perspektif Perkembangan Anak
Ilmu psikologi perkembangan menjelaskan bahwa anak—terutama usia PAUD dan SD—membutuhkan fase:
-
recovery emosi,
-
penguatan relasi sosial,
-
dan pengalaman bermakna di luar struktur kelas.
Liburan memberi ruang bagi otak anak untuk:
-
mengolah pengalaman belajar sebelumnya,
-
menurunkan stres akademik,
-
dan menumbuhkan motivasi intrinsik untuk belajar kembali.
Tanpa fase ini, anak berisiko mengalami kelelahan emosi (emotional fatigue) dan penurunan minat belajar.
Liburan dalam Islam: Waktu Tarbiyah Keluarga
Islam tidak mengenal konsep “waktu kosong dari pendidikan”.
Setiap fase kehidupan adalah kesempatan tarbiyah.
Allah ﷻ berfirman:
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, lalu Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”
(QS. An-Nahl: 78)
Ayat ini mengingatkan bahwa proses belajar manusia berlangsung bertahap, melalui pengalaman hidup, bukan hanya di ruang kelas.
Rasulullah ﷺ pun mencontohkan pendidikan melalui:
-
kebersamaan,
-
interaksi hangat,
-
permainan,
-
dan keteladanan dalam keseharian.
Apa yang Bisa Dilakukan Anak Selama Liburan?
Liburan yang bermakna tidak harus penuh target akademik.
Yang lebih penting adalah kualitas pengalaman dan adab yang ditumbuhkan, seperti:
-
membantu orang tua di rumah,
-
bermain bebas tanpa tekanan,
-
berinteraksi dengan saudara dan lingkungan,
-
menjaga adab tidur, makan, dan berbicara,
-
memperkuat rutinitas ibadah harian secara lembut.
Semua ini adalah pendidikan sejati yang membentuk karakter anak jauh lebih dalam daripada lembar kerja atau hafalan semata.
Peran Orang Tua Selama Liburan
Bagi orang tua, liburan adalah kesempatan untuk:
-
hadir lebih utuh bersama anak,
-
menjadi teladan adab dan akhlak,
-
serta membangun ikatan emosional yang aman (secure attachment).
Anak yang merasa aman, dicintai, dan dihargai akan kembali ke sekolah dengan:
-
hati yang lebih tenang,
-
emosi yang lebih stabil,
-
dan kesiapan belajar yang lebih baik.
Penutup: Selamat Berlibur, Ananda IAIS
Kami di IAIS mengucapkan Selamat Liburan untuk seluruh murid tercinta.
Semoga liburan ini menjadi waktu:
-
bertumbuh tanpa tekanan,
-
belajar melalui kehidupan nyata,
-
dan menguatkan adab serta fitrah anak.
Kami menanti kalian kembali dengan senyum yang segar,
hati yang lapang,
dan semangat belajar yang tumbuh dari dalam.

