table of contents
- 1. Mengapa Sekolah Islam Terpadu Perlu Root Cause Analysis (RCA)?
- 2. Menggabungkan RCA dengan Desain Pembelajaran Deep Learning
- 3. Sasaran Peserta Pelatihan RCA untuk Sekolah Islam Terpadu
- 4. Struktur Pelatihan Implementasi RCA
- 5. Pengajar: Sinergi Ilmiah, Praktis, dan Islami
- 6. Skema Pelatihan: Kelas Daring, Kuota Terbatas
- 7. Cara Pendaftaran
- 8. Penutup: Saatnya Sekolah Berpindah dari “Curhat Masalah” ke “Budaya Problem Solving”
Di banyak sekolah Islam terpadu, ada pola yang sering berulang:
masalah yang sama muncul setiap tahun ajaran.
Rapat berkali-kali, program sudah ditambah, aturan sudah diperbaiki, namun:
-
Konflik guru–orang tua tetap berulang
-
Masalah disiplin siswa muncul dengan pola yang sama
-
Jadwal, SOP, dan struktur kerja terasa berat dan tidak efisien
-
Budaya sekolah “tidak sehat” tetapi sulit dijelaskan secara konkret
Sering kali, masalah ini hanya menjadi bahan curhat di rapat—bukan bahan analisis yang melahirkan solusi nyata.
Di sinilah Root Cause Analysis (RCA) dan desain pembelajaran deep learning (pembelajaran mendalam) dibutuhkan, terutama di sekolah Islam yang ingin tumbuh dengan sistem yang rapi dan beradab.
1. Mengapa Sekolah Islam Terpadu Perlu Root Cause Analysis (RCA)?
Root Cause Analysis (RCA) adalah pendekatan sistematis untuk mencari akar masalah, bukan hanya menambal gejala di permukaan.
Dalam konteks sekolah Islam terpadu, RCA membantu:
-
Membedakan masalah inti dan masalah cabang
-
Mengidentifikasi apakah masalah berasal dari:
-
Sistem (jadwal, SOP, alur kerja)
-
Sumber daya manusia (kompetensi, beban kerja, komunikasi)
-
Budaya (kebiasaan, nilai yang hidup di sekolah)
-
-
Menyusun solusi yang terukur, bukan hanya imbauan dan nasihat
Sekolah Islam terpadu memikul amanah besar: bukan hanya mengajar, tapi membentuk karakter dan adab anak, dengan ruh tauhid. Maka, penyelesaian masalah juga perlu cara yang:
-
Sistematis
-
Objektif
-
Tetap berakar pada nilai Islam dan adab dalam bermusyawarah
2. Menggabungkan RCA dengan Desain Pembelajaran Deep Learning
Istilah “deep learning” di sini bukan sekadar istilah teknologi, tapi mengacu pada pembelajaran mendalam:
-
Peserta tidak hanya “tahu” konsep RCA, tetapi mampu mempraktikkannya di sekolah masing-masing
-
Pembelajaran dirancang bertahap, fokus, dan tidak membuat peserta “overload”
Karena itu, pelatihan ini menggunakan pendekatan:
-
Cognitive Load Theory
→ Materi dipecah menjadi sesi-sesi yang jelas, dari mindset hingga implementasi, agar beban kognitif peserta seimbang. -
Andragogi (Pembelajaran Orang Dewasa)
→ Mengangkat contoh kasus nyata di sekolah Islam, diskusi, dan tugas aplikatif, bukan hanya ceramah satu arah.
Hasilnya, peserta tidak hanya memahami teori, tapi pulang dengan:
-
Peta masalah yang lebih jelas
-
Draft fishbone diagram sekolahnya
-
Rencana aksi yang konkret untuk 1–3 masalah prioritas di lembaganya
3. Sasaran Peserta Pelatihan RCA untuk Sekolah Islam Terpadu
Program ini dirancang khusus untuk:
-
Kepala sekolah / wakil kepala / koordinator unit
-
Koordinator bidang: kurikulum, kesiswaan, tahfidz, humas, dsb.
-
Guru inti: wali kelas, guru BK, musyrif/musyrifah, atau guru yang sering menangani kasus di lapangan
Dengan komposisi peserta seperti ini, diharapkan RCA tidak berhenti di atas kertas, tapi menjadi budaya kerja bersama: pimpinan dan pelaksana di lapangan bergerak dengan cara pandang yang sama.
4. Struktur Pelatihan Implementasi RCA
Pelatihan ini disusun dalam 8 sesi yang saling terhubung dan aplikatif:
-
Sesi 1 – Mindset Problem Solver Islami & Pengantar RCA
-
Menata niat dan cara pandang sebagai problem solver yang bertauhid
-
Apa itu RCA? Kenapa penting di sekolah Islam?
-
Bedanya “curhat masalah” dengan “menganalisis masalah”
-
-
Sesi 2 – Memformulasikan Masalah dengan Jelas
-
Belajar menyusun problem statement yang spesifik dan terukur
-
Contoh: “Banyak komplain orang tua” → diurai menjadi masalah yang dapat dianalisis
-
-
Sesi 3 – Teknik 5 Why dalam Konteks Pendidikan
-
Menggunakan metode 5 Why untuk menggali kenapa masalah terjadi
-
Studi kasus: absensi guru, keterlambatan siswa, hasil belajar, dsb.
-
-
Sesi 4 – Fishbone Diagram & Pemetaan Faktor Penyebab
-
Mengenali kategori penyebab: manusia, metode, mesin/media, kebijakan, lingkungan, dsb.
-
Menyusun fishbone diagram untuk satu kasus nyata di sekolah peserta
-
-
Sesi 5 – Mengumpulkan dan Membaca Data secara Sederhana
-
Data tidak harus rumit: presensi, catatan pelanggaran, hasil asesmen, jurnal guru
-
Cara membaca pola, frekuensi, dan kecenderungan masalah
-
-
Sesi 6 – Merumuskan Akar Masalah & Menyusun Solusi
-
Menentukan akar masalah utama (root cause)
-
Menyusun alternatif solusi yang realistis dan sesuai nilai Islam
-
-
Sesi 7 – Rencana Aksi, Monitoring, dan Evaluasi
-
Menyusun rencana aksi: siapa, melakukan apa, kapan, dan bagaimana diukur
-
Menentukan indikator sederhana untuk memantau perbaikan
-
-
Sesi 8 – Presentasi Hasil, Refleksi Islami & Rencana Lanjutan
-
Peserta mempresentasikan hasil analisis dan rencana aksi
-
Refleksi Islami: menjadikan ikhtiar perbaikan sebagai bentuk amanah kepada Allah
-
Rencana lanjutan agar RCA menjadi kultur di sekolah, bukan sekadar proyek sementara
-
Dengan struktur ini, pelatihan tidak berhenti pada “materi yang didengar”, tetapi memberikan ruang bagi peserta untuk mengerjakan kasus nyata dari sekolah masing-masing.
5. Pengajar: Sinergi Ilmiah, Praktis, dan Islami
Program Desain Pembelajaran Deep Learning & Root Cause Analysis (RCA) untuk Sekolah Islam Terpadu ini diampu oleh:
-
Dr. Azis Lukman Praja, M.Si
-
Yahya Nursidik, S.Pd, M.T
Kombinasi keduanya diharapkan menghadirkan pelatihan yang kuat secara teori, dekat dengan realitas lapangan, dan tetap berpijak pada nilai Islam.
6. Skema Pelatihan: Kelas Daring, Kuota Terbatas
Pelatihan ini diselenggarakan dalam format:
-
💻 Kelas Daring (Online) – dapat diikuti dari berbagai daerah
-
🧩 Pelatihan Implementasi,
-
👥 Peserta diminta membawa contoh kasus nyata dari sekolah masing-masing
💰 Biaya Pendidikan:
-
Rp 650.000 / peserta
-
Kuota terbatas agar proses diskusi dan pendampingan lebih optimal.
7. Cara Pendaftaran
Untuk mengikuti pelatihan Desain Pembelajaran Deep Learning & Root Cause Analysis (RCA) untuk Sekolah Islam Terpadu, Anda dapat mendaftar melalui:
🔗 Link Pendaftaran Utama:
👉 bagi.to/solusircasekolah
📂 Informasi Materi & Detail Program:
👉 bagi.to/materirca
Segera amankan kuota sebelum penuh, terutama jika Anda ingin membawa tim kecil (kepala sekolah + koordinator + guru inti) agar implementasi RCA di sekolah lebih kuat dan kompak.
8. Penutup: Saatnya Sekolah Berpindah dari “Curhat Masalah” ke “Budaya Problem Solving”
Sekolah Islam terpadu yang kuat bukan hanya ditandai oleh banyaknya program, tetapi oleh kemampuannya memperbaiki diri secara berkelanjutan.
Dengan izin Allah, melalui RCA yang sistematis dan desain pembelajaran deep learning yang matang, sekolah dapat:
-
Mengurangi masalah berulang
-
Meningkatkan kualitas kerja tim
-
Menguatkan budaya Islami dalam pengambilan keputusan
Jika Anda ingin sekolah yang tidak sekadar “tahan banting”, tetapi juga tumbuh dengan perbaikan yang terukur dan beradab, maka pelatihan ini adalah langkah strategis untuk dimulai.



